
Pandeglang, 15 Juli 2026 – Dalam upaya meningkatkan kesiapan institusi menghadapi proses akreditasi program studi berdasarkan Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0, STIT Riyadhussholihiin menyelenggarakan Pelatihan Bedah Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0 yang diikuti oleh pimpinan, tim akreditasi, dosen, serta tenaga kependidikan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat STIT Riyadhussholihiin ini menghadirkan Yusuf Nalim, S.Si., M.Si. sebagai pemateri, seorang akademisi dan praktisi penjaminan mutu perguruan tinggi yang telah berpengalaman mendampingi berbagai institusi dalam penyusunan dokumen akreditasi serta pengembangan sistem penjaminan mutu internal.
Dalam pemaparannya, Yusuf Nalim menjelaskan secara komprehensif perubahan dan substansi Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0, mulai dari struktur penilaian, penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED), Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS), hingga strategi penyediaan bukti dukung yang sesuai dengan standar penilaian LAMDIK. Peserta juga diajak membedah setiap kriteria penilaian agar mampu memahami indikator yang menjadi fokus dalam proses asesmen.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, dan bedah dokumen. Berbagai pengalaman lapangan yang disampaikan pemateri memberikan wawasan praktis mengenai strategi penyusunan dokumen akreditasi yang efektif, sistematis, dan berbasis data.
Melalui kegiatan ini, STIT Riyadhussholihiin menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Akreditasi tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian, tetapi juga sebagai sarana evaluasi dan peningkatan kualitas penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan.
Diharapkan, seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan dalam penyusunan dokumen akreditasi serta memperkuat sinergi antarunit demi terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang unggul, profesional, dan berdaya saing.