Perjalanan panjang pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Riyadhussholihiin Pandeglang merupakan buah dari tekad dan perjuangan Yayasan Riyadhussholihiin dalam mewujudkan lembaga pendidikan tinggi Islam yang berorientasi pada keilmuan, keimanan, dan akhlakul karimah.
Proses ini dimulai pada 2 Desember 2018, ketika Pondok Pesantren Riyadhussholihiin Pandeglang mengajukan proposal resmi pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Riyadhussholihiin kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, yang pada waktu itu dipimpin oleh Bapak H. Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama. Tak lama kemudian, pada Februari 2019, tim yayasan melakukan kunjungan ke Kopertais Wilayah II Bandung, di bawah koordinasi Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, untuk menyerahkan proposal pendirian sekaligus konsultasi mengenai kelengkapan administrasi dan akademik. Alhamdulillah, hasil pertemuan tersebut membuahkan surat rekomendasi resmi dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat dan Banten.
Setelah melakukan pendaftaran melalui sistem daring dan memperbaiki beberapa kekurangan, pada 13 Desember 2019 diterbitkan surat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) yang memuat beberapa ketentuan tambahan, antara lain perumusan visi-misi, penyesuaian jumlah dosen tetap minimal tujuh orang, serta usulan agar pendirian dimulai dengan satu program studi terlebih dahulu. Berdasarkan hal tersebut, rencana pendirian lembaga disesuaikan menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) dengan fokus pada Prodi Pendidikan Bahasa Arab.
Namun, perjuangan tersebut tidak berjalan mulus. Dunia dilanda pandemi COVID-19 pada tahun 2020–2021 yang menyebabkan berbagai aktivitas kelembagaan dan birokrasi tertunda. Meskipun demikian, pihak yayasan tidak menyerah. Mereka terus menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai pejabat Kementerian Agama, termasuk tokoh nasional seperti Bapak H. Yandri Susanto, S.Pt. (Ketua Komisi VIII DPR RI) dan beberapa pejabat Kopertais. Pada saat itu, wilayah Banten dialihkan ke kewenangan Kopertais Wilayah I Jakarta, sehingga proses harus dilanjutkan melalui jalur baru tersebut.
Melalui koordinasi dengan Prof. Dr. KH. Ahmad Tipraya, M.A. dan Dr. H. Supriyadi Ahmad, M.A., akhirnya tim visitasi dari Kopertais Wilayah I berkunjung ke Pondok Pesantren Riyadhussholihiin pada 12 Februari 2021 untuk melakukan pemeriksaan lapangan terhadap kesiapan lembaga. Kunjungan ini menjadi tonggak penting yang menandai langkah nyata menuju pengesahan resmi pendirian perguruan tinggi.
Selanjutnya, pada 30 September 2022, melalui Koordinator PTKIS Wilayah I, Dr. Arafiq Zainul Mun’im, S.Th.I., M.V.L.I., disampaikan bahwa izin pendirian telah disetujui dengan satu program studi, yakni S1 Pendidikan Bahasa Arab, sekaligus penetapan nama resmi lembaga menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Riyadhussholihiin Pandeglang. Menindaklanjuti hal tersebut, tim asesor BAN-PT yang terdiri dari Suparto, S.Ag., M.A.D., Ph.D. dan Prof. Dr. Bambang Komarus Zaman, M.Ag. melakukan asesmen lapangan pada 22–24 Oktober 2022 untuk meninjau kelayakan akademik dan kelembagaan kampus.
Usai asesmen, proses verifikasi dokumen dan administrasi terus berjalan hingga tahun 2023–2024. Walaupun sempat tertunda akibat moratorium nasional dan agenda kenegaraan, semangat pendirian perguruan tinggi ini tidak pernah padam. Komunikasi terus dijalin dengan berbagai pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah, hingga akhirnya pada awal tahun 2025, prosesnya mencapai tahap akhir.
Pada 11 Februari 2025, pihak yayasan dihubungi oleh Dr. Asro, M.Pd., selaku Kasubdit Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), untuk mempersiapkan verifikasi akhir. Dua hari kemudian, 13 Februari 2025, tim LPM STIT Riyadhussholihiin berkunjung ke Kementerian Agama Pusat guna menyerahkan dokumen asli yayasan. Hasilnya, pada 2 Mei 2025, diterbitkan surat undangan resmi dari Kementerian Agama untuk pelaksanaan penyerahan SK pendirian perguruan tinggi.
Akhirnya, pada Selasa, 6 Mei 2025, menjadi hari bersejarah bagi Yayasan Riyadhussholihiin Pandeglang. Bertempat di ruang Direktur PTKI, lantai 7 Gedung Pendidikan Islam Kemenag RI, Surat Keputusan (KMA) Pendirian STIT Riyadhussholihiin Pandeglang resmi diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Suyid Noem Agi, kepada Ketua Yayasan, Ustadz Turhassan Nuqman, disaksikan oleh Sekretaris Yayasan, Ustadz Ahmad Juhaydi, serta tim LPM yang terdiri dari Ustadz Badri dan Ustadz Arief Rohman.
Momentum ini menjadi puncak dari perjuangan panjang yang dimulai sejak 2018—sebuah perjuangan yang diwarnai doa, kerja keras, dan kesabaran luar biasa. Dengan turunnya SK tersebut, STIT Riyadhussholihiin resmi berdiri sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia, dengan komitmen mencetak generasi cendekia yang berakidah lurus, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi bagi umat dan bangsa.
✨ Tanggal Pendirian Resmi: 6 Mei 2025
📍 Nomor SK: KMA Nomor 327 Tahun 2025
🎓 Program Studi Awal: S1 Pendidikan Bahasa Arab
🙏 Harapan: Menjadi pusat ilmu tarbiyah yang unggul, mencetak generasi Qurani berdaya saing, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
STIT Riyadhussholihiin
🟢 Online
SELAMAT DATANG di Sentra Informasi dan Pelayanan Publik STIT Riyadhussholihiin.
Mohon informasikan data Anda setelah klik Chat dengan Admin agar kami dapat memproses layanan ini.
Kami Selalu Melayani 24/7 Online
Chat Dengan Admin
Online 24/7
Pelayanan 24/7 Online
PMB 2026 Masih Dibuka!