
Maros, 21 Juli 2025 — Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Riyadhussholihiin, Dr. Abdullah Roy, MA., melakukan kunjungan sekaligus sosialisasi di hadapan sekitar 20 guru asrama Ma’had ‘Urwah bin Zubair, yang berdomisili di Maros, Sulawesi Selatan.
Sebagian besar peserta merupakan alumnus pesantren ternama seperti Pondok Bukhari, Pondok Ukhuwwah, dan Pondok Ibnu Abbas, menunjukkan latar belakang keislaman yang kuat yang selaras dengan orientasi akademik dan dakwah STIT Riyadhussholihiin.
Sosialisasi ini digelar di lingkungan Ma’had sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan pendidikan dan dakwah lintas daerah, serta menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga pesantren yang memiliki visi serupa.
Dalam pemaparannya, Dr. Abdullah Roy memaparkan sejarah berdirinya STIT Riyadhussholihiin, serta menyampaikan berbagai program studi unggulan seperti Tarbiyah, Dakwah, dan Pengembangan Masyarakat Islam.
Selain itu, beliau menguraikan peluang kontribusi yang terbuka bagi para guru asrama sebagai calon pengajar atau mitra dakwah dalam kampus, serta menjelaskan mekanisme beasiswa bagi mahasiswa baru.
Dr. Abdullah Roy juga menekankan pentingnya mencetak kader da’i dan pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kekokohan akhlak serta komitmen terhadap dakwah Ahlus Sunnah.
Para guru asrama menyambut acara ini dengan penuh antusiasme. Mereka aktif dalam sesi diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait masa depan pendidikan Islam dan kolaborasi kemitraan pendidikan.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis sekaligus jembatan potensi kolaborasi antara STIT Riyadhussholihiin dan pesantren Ma’had Urwah bin Zubair maupun pesantren-pesantren lain di Sulawesi Selatan dalam rangka mencetak generasi Islami yang unggul dan berintegritas.