
Bandung – Forum Operator Perguruan Tinggi Islam (FORPTI) sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Integrasi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, Akreditasi SAPTO 2.0, dan Pelaporan PDDIKTI Menuju Akreditasi PTKIS yang Unggul Tahun 2025”. Acara ini berlangsung pada 13–15 Agustus 2025 di Hotel Golden Flower, Jl. Asia Afrika No. 15–17, Bandung.
Kegiatan ini diikuti oleh para operator dari Universitas, Institut, dan Sekolah Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) yang berasal dari berbagai wilayah. Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung terkait implementasi regulasi baru mengenai penjaminan mutu pendidikan tinggi, sistem akreditasi SAPTO 2.0, serta kewajiban pelaporan data melalui PDDIKTI.
Ketua FORPTI, Ubun Bunyamin, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa operator memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan administrasi perguruan tinggi.
> “Validitas data, akurasi laporan, dan kesiapan menghadapi akreditasi banyak ditentukan oleh kerja operator. Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi mereka,” ujarnya.
Selain paparan materi dari narasumber, acara juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, berbagi pengalaman antaroperator, serta simulasi penggunaan SAPTO 2.0. Para peserta mengaku mendapatkan banyak wawasan baru yang dapat segera diterapkan di institusi masing-masing.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FORPTI berharap seluruh PTKIS semakin siap menghadapi tantangan akreditasi dan mampu meningkatkan mutu pengelolaan perguruan tinggi. Harapan besar tertuju pada tercapainya akreditasi unggul bagi PTKIS pada tahun 2025.